Pelaku Kejahatan Semakin Berani

Setya News - Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengakui terjadi peningkatan kualitas kejahatan jalanan. 

Para pelaku kejahatan sudah mulai mengambil tindakan dengan risiko tinggi kepada korban atau polisi yang sedang bertugas. "Itu terlihat dari penggunaan senjata api yang dibawa saat lakukan kejahatan," kata Baharuddin di kantornya, Selasa, 7 Juni 2011. 

Kasus penembakan anggota polisi di Bekasi, Rabu, 1 Juni 2011 lalu, misalnya. Saat itu, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro, anggota Satuan Kejahatan dan Kekerasan Reserse Kriminal Polres Metropolitan Bekasi, Kota, bersama lima rekannya tengah patroli di wilayah Bekasi. 

Mereka patroli menggunakan tiga sepeda motor pada Rabu, 1 Juni 2011 itu. Saat melewati pertigaan dari arah Cibubur, Sugiyantoro dan Brigadir Kepala Nuh Suryadi, melihat sebuah mobil Toyota Innova parkir di depan toko Ongko Mulyo, di Jalan Mess AL RT 4/1, Kampung Raden, Jatirangon, Bekasi Timur, Bekasi.
 
Kedua polisi ini lantas mendekat ke arah mobil yang mencurigakan itu. Sedangkan empat orang rekannya berjaga di ujung jalan. Ketika sudah berjarak sekitar lima meter, empat orang yang diduga hendak merampok tiba-tiba keluar dari toko grosir bahan pokok itu. Mereka langsung melepaskan tembakan ke arah Sugiyantoro dan Nuh.

Salah satu peluru pelaku masuk ke bagian mata Sugiantoro hingga menewaskannya seketika. Kelima rekannya sempat balas menembak dan mengejar pelaku yang langsung kabur dengan mobil ke arah Cibubur. 

Sebelumnya, pada 5 Mei 2011, mobil Honda Jazz tiba-tiba ditembak di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Para pelaku yang baru turun dari bus langsung beraksi meminta pengendara mobil membuka kaca kendaraannya. Korban tak mau menuruti keinginan pelaku. Lantaran ditolak, pelaku langsung menembak kaca mobil korban.


Makin beraninya para pelaku kejahatan, kata Baharuddin, membuat polisi harus bersikap lebih tegas saat bertugas. "Kalau mereka menembak ya harus ditembak juga,” katanya.  Kapan seorang polisi melepaskan atau menahan tembakannya? "Petugas di lapangan yang mengetahui. Kalau bahayakan petugas atau jiwa orang lain harus tegas, kalau lalai dia yang jadi korban," ujar dia.

Menurut dia, anggota polisi tidak boleh takut dalam bertugas. Namun semuanya harus dilakukan sesuai prosedur. "Salah profesi kalau takut, pindah saja ke tugas yang lebih aman." 

Profesi polisi, lanjut dia, bukan hal yang harus ditakuti namun para anggotanya harus waspada dalam bertugas. "Kalau pelaku kejahatan itu kan tentu ada nekatnya. Jadi polisi yang waspada dibantu masyarakat," kata Baharudin.

Juru bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam mengemukakan, polisi akan melakukan evaluasi kerja. "Evaluasi harus dilakukan agar tidak jatuh korban lagi dan kami tidak ingin terlihat lemah di mata masyarakat," ujarnya, Senin, 6 Juni 2011.

Polisi juga akan giat melakukan razia senjata. Sebab, saat ini ditengarai banyak senjata ilegal yang beredar di masyarakat. "Kami juga minta kerja sama masyarakat agar menyerahkan senjata yang ilegal,” kata Anton.

Meski dari segi kualitas meningkat, namun dari jumlahnya, kasus kejahatan diperkirakan bakal menurun. Tingkat kejahatan tahun ini diprediksi sekitar 21 ribu kasus. “Prediksi ini berdasarkan hitungan angka kasus yang terjadi dari Januari-April 2011 yang merupakan satu catur wulan, dan dikali tiga, sehingga terhitung satu tahun," kata Baharuddin.

Tahun lalu, Baharudin melanjutkan, jumlah kejahatan jalanan mencapai 25 ribu kasus. Angka itu juga lebih kecil dari tahun 2009 yang mencapai 27 ribu kasus, atau 2008 sebanyak 30 ribu kasus. "Jadi ada kecenderungan menurun," ujarnya.

Posted by Admin Of Daily Setya News And Setya Blog on 3:30 AM. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Pelaku Kejahatan Semakin Berani

Leave comment

ada ada saja

dailyvid

indonesia news

FLICKR PHOTO STREAM


2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign