Korban Contek Massal Itu Sempat Menyendiri

Ilustrasi
Setya News - Al nama inisial, kini kembali ceria. Perasaan siswa kelas VI SD Negeri Gadel II, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur itu juga sudah mulai tenang. 

Padahal sebelumnya, kata Siami, ibu Al, anaknya itu kerap menyendiri di dalam kamar. Al ketakutan sejak kasus mencontek massal saat ujian nasional beberapa waktu lalu terungkap dan diberitakan di sejumlah media massa. 

Apalagi, lantaran kasus itu, keluarganya terusir dari tempat tinggal mereka di Jalan Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur.  “Saya kecewa kenapa wali murid lain memusuhi kami,” ujar Al saat ditemui, Selasa, 14 Juni 2011.

Sejumlah wali murid dan warga di kampung itu menganggap tindakan Siami yang mengungkapkan kasus contek massal itu telah mencoreng nama baik sekolah. Warga semakin marah kepada keluarga itu ketika kepala sekolah dan dua orang guru di sekolah tersebut dimutasi lantaran kasus itu. Mereka pun mengusir keluarga Al.

Keluarga Al lantas mengungsi ke Dusun Lumpang, Desa Sedapur Klagen, Kecamatan Gadel, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sudah hampir sepekan dia berada di rumah kakeknya itu. Saat ini, dia tidak merasa tertekan lagi. Bahkan, dia sudah bermain bola kembali bersama teman-teman sebayanya. “Saya nyaman di sini,” ujar Al. 

Di sekolahnya, Al dikenal sebagai anak yang cerdas. Sejak kelas satu, kata Siami, anaknya selalu mendapat ranking satu. Al selama ini belajar didampingi bapaknya Widodo yang bekerja di pergudangan Margomulyo Surabaya. "(Ikut) les hanya menjelang ujian nasional," kata Siami.

Ia menjelaskan, awalnya Al tak mengaku jika memberikan contekan saat ujian nasional lalu. Namun, Siami justru mengetahuinya dari teman sekolah di kelas yang berbeda. Jawaban Al, katanya, disalin dan diedarkan ke seluruh kelas 6A dan kelas 6B.

Modusnya, Al menulis jawaban di kertas buram yang disediakan wali kelasnya. Namun, saat itu Al tak memberikan seluruh jawabannya yang dianggapnya benar. Alasannya, ia mengaku kesal dan takut dengan orang tuanya. "Sekitar 40-50 persen jawabannya berbeda," katanya.

Selanjutnya, kertas buram berisi jawaban Al disalin oleh teman di bangku belakang di kertas buram lainnya. Kemudian, lembar jawaban tersebut diserahkan ke siswa lain kelas di dalam toilet sekolah atau di depan pot bunga.

Menurut Siami, ia sengaja membongkar contekan massal tersebut demi kelangsungan pendidikan. Anak seusia Al, katanya, merupakan masa pembentukan karakter. Jika sejak kecil tak jujur, ia khawatir akan mempengaruhi jiwa dan sikapnya kelak di kemudian hari. "Ia saya didik agar pandai dan jujur," katanya. 

Posted by Admin Of Daily Setya News And Setya Blog on 3:47 PM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

2 comments for Korban Contek Massal Itu Sempat Menyendiri

  1. bocah itu luar biasa gan, kalau dia nggak diterima di masyarakat, mending ane trima tak kasih bea Siswa biar bisa jadi orang besar kelak...

  2. yupz bener tuh ... itu dia diasingkan gara" melapor ke dinas setempat ../

Leave comment

ada ada saja

dailyvid

indonesia news

FLICKR PHOTO STREAM


2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign